BPJS Anti Ribet: Ikuti Langkahnya, Dapatkan Manfaatnya

Kala itu sebelum pandemi hadir di dunia ini dan muncul larangan untuk berkumpul, aku terbilang cukup sering mengadakan kegiatan berkumpul dengan teman dan sahabat-sahabatku. Sederhana alasannya, hanya untuk mengobrol dan mengupdate kabar satu sama lain sembari ditemani mengemil atau makan bersama. Aku menganggap tatap muka dan mengobrol secara langsung tidak bisa digantikan, meskipun dengan melakukan panggilan video sekalipun. Sehingga aku senang sekali ketika bertemu dan berkumpul dengan teman dan sahabat-sahabatku.

Sampai suatu hari aku dan beberapa temanku sedang berkumpul di salah satu rumah kawan kami, di sana tersedia berbagai jenis makanan yang sangat menggugah selera. Dan biasanya ada seorang temanku yang sangat senang makan, atau sekedar melakukan icip-icip tiap sajian yang tersedia. Tapi anehnya hari ini dia kelihatan tidak bersemangat dan sedikit makan. Saat kudekati dan kutanya apakah dia sedang sakit atau merasa tidak nyaman, ternyata kawanku satu ini mengaku sedang mengalami sakit pada bagian rahangnya yang menyebabkan dia merasa sangat tidak nyaman ketika makan, berbicara, atau sekedar membuka dan menutup mulutnya. Dan ternyata dalam beberapa hari lagi dia akan melangsungkan operasi cabut gigi geraham belakangnya akibat keluhan yang dia rasakan. Lalu aku bertanya, kenapa harus sampai operasi jika tindakannya hanya cabut gigi? Lalu apakah tidak akan mahal biayanya? Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku, dan akhirnya dia menjelaskan prosesnya satu persatu.

Ternyata karena tumbuhnya gigi geraham paling belakang yang tidur sehingga mendorong gigi-gigi yang ada di depannya. Tapi dampak yang muncul bisa banyak, dan keluhan dia rasakan ketika itu adalah rahangnya terasa sulit ketika membuka dan menutup. Bahkan terasa ada yang mengganjal saat rahang bawah digerakkan yang akibatnya ketika membuka rahang terlalu lebar akan terasa ada posisi rahang yang bergeser dari posisinya atau ada sensasi “klek klek” saat menggerakkan rahang. Tidak sampai situ saja, pada akhirnya dia merasakan rasa nyeri di bagian pipi kanannya di area dekat telinga yang bila  ditekan dengan tangan akan terasa di posisi titik pertemuan rahang atas dan bawah. Setelah merasakan semua keluhan itu selama berhari-hari barulah dia berinisiatif untuk memeriksakannya ke dokter.

Pertama-tama dia mengunjungi dokter gigi yang ada di puskesmas dengan memanfaatkan fasilitas BPJS yang dimilikinya. Selama proses pemeriksaan itu tidak ditarik biaya sama sekali, dan disimpulkan bahwa mungkin sebabnya adalah gigi geraham paling belakangnya yang tumbuh tidur tadi. Segeralah dia dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut menuju poli bedah mulut. Sesampainya di rumah sakit dengan rujukan dari puskesmas, kesimpulan yang ia dapatkan adalah harus melakukan operasi untuk mencabut gigi geraham belakang itu supaya keluhan yang saya rasakan bisa berkurang. Dan karena posisi gigi yang tumbuhnya tidur dan gigi tersebut belum muncul ke permukaan, maka perlu dilakuka pembedahan untuk mengeluarkan gigi-gigi tersebut. Ya, gigi-gigi karena ternyata yang dicabut adalah 2 gigi geraham paling belakang yang ada di rahang bawahnya sehingga memerlukan prosedur bius total dan mengharuskan ia dioperasi.

Prosedur Operasi yang Harus Dilalui

Pada hari yang sama dia mendapatkan hasil dari rumah sakit untuk melakukan operasi, tahap pertama yang dilakukan adalah membutuhkan foto rontgen bagian giginya. Dan pada hari yang sama ia diberi surat untuk ke bagian radiologi untuk melakukan foto bagian rahang. Setelah itu keesokan harinya diminta kembali ke poli untuk mengkonsultasikan hasil fotonya.

Keesokan harinya saat konsultasi, dokter menjelaskan bagaimana prosedur ketika operasi nantinya dan resiko-resiko yang muncul dan menentukan jadwal operasi. Setelah konsultasi berakhir lalu diberi surat kontrol untuk kembali ke poli 2 minggu kemudian dan melakukan persiapan operasi seperti pemeriksaan darah, menandatangani surat untuk administrasi operasi dan pembayaran oleh BPJS. Kemudian datanglah hari penanganan operasi, dengan menginap 3 hari 2 malam dan prosesdur operasi menggunakan bius total akhirnya dia bisa melaksanakan operasi cabut gigi geraham itu dengan sukses. Dan saat ini keluhan sakit itu sudah menghilang. Dan dari keseluruhan proses itu, kawanku sama sekali tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena menggunakan fasilitas BPJS yang dia miliki. Lalu aku bertanya sekali lagi kepadanya, apakah dia tidak merasa ribet dengan semua proses itu yang harus bolak-balik ke rumah sakit karena BPJS mengharuskan satu hari hanya boleh mendatangi 1 poli. Dan dia menawab, jika dibilang ribet mungkin terlihat seperti itu apalagi pengguna BPJS pasti diharuskan mengantri berjam-jam. Tetapi jika kita mengikuti setiap alur dan prosedurnya dengan baik, itu akan setimpal dengan fasilitas yang didapatkan. Karena semua biaya rumah sakit ditanggung dan juga setiap bulan kita hanya membayar dengan biaya yang terjangkau terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan asuransi tetapi dengan harga yang merakyat, BPJS merupakan sebuah solusi asuransi kesehatan yang merakyat.

Setelah itu aku menelusuri lebih dalam mengenai BPJS, dan aku menemukan bahwa saat ini BPJS membuat aplikasi Mobile JKN. Yang dimana aplikasi itu dibuat tentu untuk memudahkan pengguna BPJS dalam memanfaatkan fasilitas BPJS yang ada. Dan keribetan proses yang harus dilalui untuk mendapatkan fasilitas BPJS bisa dipermudah dengan adanya Mobile JKN ini.  Yang dimana dalam aplikasi tersebut banyak sekali fitur-fitur yang memudahkan pengguna BPJS mulai dari melakukan pembayaran hingga melakukan pendaftaran secara online, dan banyak fitur lainnya yang memudahkan kita.

Seputar Mobile JKN

Halaman Depan Aplikasi Mobile JKN.
Sumber: Screenshot aplikasi Mobile JKN

Dengan adanya aplikasi tersebut bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin sebagai pengguna BPJS, karena manfaat yang dirasakan bisa banyak sekali. Diantaranya adalah:

  1. Fitur ketersediaan tempat tidur
Halaman Fitur Ketersediaan Tempat Tidur.
Sumber: Screenshot aplikasi mobile JKN
Halaman Ketersediaan Tempat Tidur di Rumah Sakit Terkait.
Sumber: Screenshot aplikasi mobile JKN

Dari fitur ini bisa memunculkan data rumah sakit terdekat dari lokasi kita dan dari masing-masing rumah sakit itu bisa diketahui berapa jumlah ketersediaan tempat tidur yang ada mulai dari kelas 1 sampai dengan VVIP. Fitur ini bisa berguna bila kita hendak memetakan rumah sakit mana yang terdekat dari lokasi kita dan hendak melakukan opname atau rawat inap.

  • Fitur pendaftaran pelayanan :
Halaman Fitur Pendaftaran Pelayanan.
Sumber: Screenshot aplikasi mobile JKN

Fitur ini bisa memudahkan kita ketika hendak melakukan pendaftaran untuk faskes tingkat 1. Karena secara prosedur BPJS diharuskan untuk ke faskes tingkat 1 seperti puskesmas setingkat, kemudian bisa membutuhkan tindakan lanjut barulah dirujuk ke rumah sakit. Dengan mendaftar secara online, maka kita bisa mendapatkan nomor antrian lebih awal dibandingkan harus datang ke tempat dan mengambil nomor antrian secara on the spot. Kemudian kita bisa datang sesuai dengan nomor antrian yang didapat. Hal ini tentu saja sangat praktis dan memudahkan kita.

Dan bagi warga Surabaya, pemkot juga membuat aplikasi E-health untuk mendukung pengguna BPJS juga dimana fungsinya sama dengan fitur pendaftaran pelayanan dalam aplikasi mobile JKN, yaitu untuk mengambil nomor antrian secara online.

  • Fitur pembayaran (Pembayaran Auto Debit dan Pembayaran):
Halaman Fitur autodebet.
Sumber: Screenshot aplikasi mobile JKN

Halaman fitur pembayaran.
Sumber: Screenshot aplikasi mobile JKN

Dalam aplikasi mobile JKN juga disediakan fitur pembayaran, sehingga ketika membayar tagihan BPJS tiap bulannya bisa langsung melalui aplikasi tanpa ribet-ribet melalui aplikasi lain. Dan yang terbaru ada fitur auto debit, dimana akan semakin praktis bagi pengguna aplikasi karena setiap bulannya akan otomatis melakukan penagihan auotdebet di bank yang kita miliki. Sehingga secara otomatis akan tertagih untuk pembayaran BPJS.

Selain ketiga fitur di atas masih ada beberapa fitur lain seperti konsultasi dokter, jadwal tindakan operasi sebagai reminder kita ketika memiliki jadwal operasi yang akan dilakukan, dan ada riwayat pelayanan dimana kita bisa melihat rekam medis kita mulai dari rekam medias di faskes tingkat 1, di rumah sakit, dan operasi apa yang telah kita lakukan. Dan masih ada beberapa fitur lainnya yang bisa menjadi informasi dan memudahkan kita sebagai pengguna BPJS.

Kesimpulan

Dalam pelayanan publik mungkin efek yang sangat dirasakan adalah prosedur yang seakan ribet, proses mengantri yang lama, dsb. Tetapi di samping itu manfaat yang didapatkan terutama dengan menggunakan BPJS adalah fasilitas yang diberikan sebagai jaminan kesehatan dan dengan harga yang murah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dan bila kita bisa memahami semua prosedur dan proses itu merupakan konsekwensi logis dari fasilitas yang didapat, maka kita bisa memanfaatkannya dengan optimal. Dan bila kita memahami prosedurnya dengan baik dan mengikutinya, maka bisa tidak ribet karena kita bisa menemukan pola untuk mengatasinya, apalagi dengan bantuan aplikasi mobile JKN yang semakin memudahkan. Maka pahami langkahnya, jalani prosesnya, dan dapatkan manfaatnya.

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s