Memilih Balance Bike untuk Anak

Bener ya ternyata kalo anak-anak itu punya energi luar biasa! Orang tua dan pengasuh harus mempersiapkan permainan yang melibatkan motorik halus dan kasar. Permainan yang menstimulus motorik kasar anak adalah permainan yang melibatkan aktivitas fisik, seperti berlari, bermain bola, lompat-lompat, bersepeda hingga bermain di mini playground di dalam rumah.

Sejak awal usia 2 tahun, saya sering mendapat cerita dari bu Guru bahwa Sarah sangat antusias naik sepeda roda tiga, Wah pas banget nih, emang saya dan suami ingin membelikan sepeda untuk Sarah. Nah artikel ini akan membahas secara singkat apa aja pertimbangan kami memilih balance bike untuk Sarah.

Antara Balance Bike atau Sepeda Roda Tiga

Saat saya masih kecil, saya belajar bersepeda menggunakan sepeda roda tiga. Setelah nampak lancar, roda bantuan dilepas dan belajar keseimbangan dengan sepeda roda dua. Awalnya, mengayuh sepeda roda tiga ini sangat menyenangkan dan ringan saat dikayuh karena ada roda bantuan yang memberikan rasa aman dan dapat menahan sepeda tetap tegak meskipun tidak dikayuh dan kaki tidak menjejak tanah. Setelah saya lancar menggunakan sepeda roda tiga dan kaki saya sudah bisa menapak tanah, ayah saya melepas roda bantuan, kemudian mengajarkan saya bersepeda dengan roda dua.

Saat itu, susah sekali adaptasi dan menyeimbangkan sepeda sambil mengayuh. Kepercayaan diri saya saat itu runtuh, saya merasa sudah di level mahir menggunakan sepeda roda tiga. Tetapi saat beralih ke roda dua, mengapa kemampuan saya menguap dan harus belajar sepeda dari awal seperti tidak pernah menggunakan sepeda? Nah, itulah kelemahannya jika belajar dengan metode tersebut. Step belajar yang benar seharusnya dimulai dari belajar keseimbangan. Jika sudah mahir, sepeda bisa ditambahkan pedal untuk belajar mengayuh dan rem. Pilihan saya semakin mantap menjadikan Balance Bike sebagai media belajar keseimbangan untuk Sarah.

Memilih Balance Bike yang sesuai untuk anak

Supaya anak bisa menggunakan Balance Bike dengan aman, kita harus bisa memilih Balance Bike yang ukurannya sesuai dengan anak. Apa aja tips untuk memilih Balance Bike yang sesuai?

Sadel yang Ketinggiannya Bisa Diatur

sesuaikan tinggi tempat duduk dengan inseam anak. inseam adalah: arak antara tanah hingga selangkangan. child’s inside leg lenght (lebar kaki bagian dalam anak) harus setidaknya sama/lebih panjang daripada tinggi saddle minimum. indikasinya: anak bisa duduk di sadel secara nyaman dan kaki menapak tanah.

Cara mengukur? ukur child’s inside leg with shoes on, dari tanah ke top of inseam. inseam length setidaknya setinggi minimum saddle (di merk tertentu paling rendah adalah 370 mm atau 37 cm)

https://www.sepeda.me/sepeda/kenapa-balance-bike-dan-bagaimana-memilih-serta-memakainya.html

Bobot Balance Bike

Pilih balance bike dengan bobot yang sesuai dengan berat badan anak. Idealnya berat Balance Bike adalah 1.3 kali dari berat anak. Jika berat badan anak 10 kg, maka berat Balance Bike nya maksimal 13 kg agar anak tidak keberatan saat menggunakan Balance Bike.

Pilih material penyusun Balance Bike dari aluminium, karena lebih ringan dibanding Besi. Namun sepeda yang terbuat dari aluminium cenderung mahal harganya.

Memiliki footrest (jarak antara tempat duduk dan stang) yang tidak terlalu lebar, karena jika terlalu lebar, dapat mengganggu pergerakan kaki ketika berjalan/berlari

Jenis dan Ukuran Roda

Ukuran dan jenis roda yang tepat. Semakin berumur anak, diameter roda makin besar.

Jenis roda: roda berisi angin dan roda padat (dari busa, plastik, karet). Roda angin lebih enak penggunaannya namun lebih berat daripada roda padat.

Ban yang berisi udara akan memberikan tambahan berat sekitar 1-1.5kg (tergantung jenis dan bahan rim dan roda), tetapi penambahan beban bisa membuat balance bike lebih stabil. Tetapi ada kemungkinan ban bocor, seperti sepeda normal, perlu usaha lebih untuk perawatannya.

Ban jenis solid yang terbuat dari plastik memiliki kekurangan dalam kenyamanan karena tidak memantul dan menyerap getaran, serta traksi (gaya gesek/cengkram) terhadap permukaan yang tidak begitu baik. Bahan foam mungkin yang paling menyerupai ban sepeda normal, bisa menyerap getaran dan cukup baik traksinya terhadap jalan. Ban solid yang terbuat dari karet mempunyai traksi yang baik, tidak gampang licin dan terpeleset, tetapi sepeda lebih terasa keras, karena ban solid dari karet ini tidak begutu baik dalam menahan getaran dan guncangan. Kemudahannya adalah, tidak perlu khawatir ban bocor atau kempes.

Ukuran roda menentukan seberapa besar balance bike, ukuran yang biasa ditemui pada balance bike adalah 12”, sedangkan ukuran 14” dan 16” biasa dipakai anak yang sudah lebih besar mulai dari pre-school. Ada juga yang berukuran 10”, tetapi pertumbuhan anak yang sangat cepat membuat sepeda balance bike 10” cepat menjadi kecil bagi anak. Ada juga beberapa produk yang menawarkan balance bike dengan ukuran roda 20”, lebih cocok dipakai oleh anak remaja / dewasa yang mau belajar bersepeda.

Kapan Beralih ke Sepeda Roda Dua (Pedal Bike)

Jika anak sudah mahir keseimbangannya, dengan indikasi: usia anak sudah 4-5 tahun dan kaki anak tidak menapak ke lantai dengan jenis sepeda yang lebih besar. Jika sudah begitu, kita bisa memakaikan pedal ke sepeda tersebut, biasanya balance bike untuk usia 2-3 tahun tidak memiliki extension untuk penambahan pedal. Hanya balance bike untuk usia 4-5 tahun yang memiliki extension untuk pedal.

Published by oktavianidewi

O's blood-type​

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: