About Hobbies

MONKEY MAJIK’S DISCOGRAPHY

It rather difficult to collect information about Monkey Majik in internet. Perhaps because they are not as famous as another Japan-artist.

Anyway, after having a very long-long-long journey (surfing, browsing, etc) looking for the Monkey Majik’s discography, finally I found it! Lovely struggle! Here are they the Monkey Majik’s discography :

2005 Album: eastview

  1. One moment
  2. Livin’ in the sun
  3. All my life
  4. Kamome
  5. 1996
  6. I was waiting
  7. Inside
  8. Kanpai
  9. Decay
  10. Apology Accepted
  11. Take

2006 Album: thank you

  1. Turn
  2. Another day
  3. Thank you
  4. On and on
  5. YUKI GASSEN
  6. Fly
  7. Between the lines
  8. All by myself
  9. Delayed
  10. Around the World
  11. STAY
  12. TANE

2007 Album: Sora wa Marude

  1. Sora wa Maru de
  2. NO SNOW IN DECEMBER
  3. Mitsumoto
  4. Picture Perfect
  5. Sotsugyou, Soshite Mirai e
  6. Change
  7. Futari
  8. LONG SHOT PENNY
  9. Pretty People
  10. Negai
  11. Smile
  12. MAYBE
  13. I MISS YOU

2008 Time

  1. tada, arigatou
  2. Together
  3. goin’ places
  4. BROKE DOWN
  5. Closer to you
  6. Bicycle
  7. あかり (akari)
  8. Fall Back
  9. WEEKDAY
  10. MORNING-EVENING
  11. 地球 (chikyuu)
  12. 美しい想い出 (utsukushii omoide)
  13. 約束 (yakusoku)

*i’m sorry if some songs is slipped.. hehe

Though I have their complete list of albums, I just had their latest album : TIME! Released in 2008. Oh NO! I have almost all of their albums (eastview, thank you, sora wa maru de, time, etc..)! I completed my searching on last sunday in my lab. . Hehe.

Overall, still beautiful to be listened. The song that I like most : Together and Tada, Arigatou, and Brokedown.

I let you to hear this beautiful song (yippieeyy!), by downloading there!

Happy listening!

PS : if you are really appreciate their beautiful music, it is really recommended to buy their song legally! ^_~

About Hobbies

MONKEY MAJIK

Lagu Monkey Majik yang membuatku jatuh cinta adalah : Together! (dari album yang dirilis tahun 2008, judulnya TIME). Suara vokalisnya bening banget. Permainan musiknya juga top. Kolaborasi antara suara, musik, dan lirik yang indah! Dijamin deh sehat dan baik untuk telinga dan otak kita!

Langsung deh aku cari informasinya di google, dan kata pakdhe google begini :

Grup band ini meski pertamanya lahir di Aomori, tapi perkembangan selanjutnya di Sendai lebih dominan.

Maynard Plant saat itu, setelah lulus dari Queens University, Canada mendaftar JET program dan jadi guru (bantu) bahasa Inggris dan ditempatkan di kota kecil di Prefektur Aomori. Biasanya memang, meski para peserta JET Program terutama untuk posisi Assistant Language Teacher (ALT) memang tak disyaratkan untuk mampu sejak awal dalam berbahasa Jepang, tapi itu tak mengurangi keakraban mereka dengan penduduk setempat. Cakupan wilayah kerjanya pun luas dalam sebuah wilayah penempatannya, tak hanya 1-2 sekolah, tetapi beberapa dan bisa jadi dalam berbagai jenjang (tergantung job description). Keberadaan Maynard dan hobinya bermain musik ini pula yang membuat ada hubungan pula antara program JET dan kelahiran Monkey Majik :-).

Sejak Monkey Majik “menjepang” sekitar 2 tahun lalu, memang terasa aneh juga melihat susunan nama grup ini. Monkey-nya ditulis benar, tapi Majik-nya ditulis apa adanya berdasar pengucapannya dengan romaji, dan bukan majikku lagi (diambil dari lagunya Godiego band asal Inggris yang terkenal di Jepang, Monkey Magic).

Lebih dari itu yang membuat agak beda, karena vokal utama maupun vokal latar utamanya adalah orang asing (bukan orang Jepang). Lagunya pun hampir berkebalikan dengan lagu2 Jepang lain. Jika di lagu Jepang, syair2 bahasa Inggrisnya hanya untuk tambahan. Tapi ini sebaliknya, syair Jepangnya-lah yang untuk tambahan atau penggenap. Meski begitu, karena Maynard sendiri sudah “pera-pera” maka syairnya Jepangnya pun dilafalkan dengan sangat baik dan kadang punya makna bagus, seperti falsafah

itsudemo jibun ni maketeiru hito wa nani mo tsukamenai”

(orang yang selalu dikalahkan oleh diri sendiri tak akan mampu meraih apa pun)

dalam lagu “Around the World” yang dipakai sebagai theme song drama “Saiyuuki” di Fuji TV.

Personil asing lainnya tak lain adalah adik Maynard, Blaise Plant. Keduanya sebagai vokalis serta memegang gitar. Sedang orang Jepang lain adalah Kikuchi Takuya (drum) atau Tax yang Sendai-jin asli dan Dick sebagai bassist adalah Sapporo-jin. Lagu-lagunya yang dibuat berkolaborasi dengan penyanyi-rapper lain pun juga menghanyutkan (dan pasti ada promosi Sendai-nya), misalnya “Sotsugyou, Soshite Mirai E” (bersama SEAMO) atau “Picture Perfect” bersama M-Flo. Lagunya April lalu cukup bagus dalam mengekspos budaya Jepang, soalnya ada jagoan sanmisen Jepang (alat musik tradisional Jepang, tiga tali rasa :-)) yang diajak ber-”kolabo” dalam “Change“, Yoshida Kyoudai.

Setelah mendengarkan beberapa lagu Monkey Majik, ternyata ada beberapa nilai plus karya Monkey Majik dibandingkan group band lain (yang membuat saya betah ndengerin seharian!) :

  • Permainan gitar dalam setiap lagunya terasa sekali! Rasanya menggelitik di telinga, hehehe.

  • Background musik yang diramu dengan hebat banget! Easy listening sekalii! Di beberapa lagu juga mengkombinasikan musik dengan budaya Jepang. I like it!

  • Kombinasi antara bahasa Inggris dan Jepang dalam lirik lagunya. Bahasa jepang yang digunakan nggak terlalu susah bagi orang awam (seperti saya :D). Bahasa Inggrisnya juga nggak susah-susah amat, jad lebih mudah nyimak liriknya..

  • Logatnya pas sekali. Saat menyanyikan lirik Inggris (yaiyalah, orang Kanada gitu loh…), maupun lirik jepang (sumpah, awalnya kupikir ni aseli band jepang, bukan band blasteran!)

Wow, makin cinta deh ama Jepang :D, n lagunya juga!

About Hobbies, Overload Thinking

Let’s Go Blog!

(Gambar diambil dari : http://planetimagehost.com/images/57323_blogger.jpg)

Siapa bilang nge-blog itu susah? Hayo ngaku…
Eh, temen saya nih yang ngaku—tapi dia malu kalo namanya disebutin, sebut saja Bunga—bukan nama sebenarnya (wadu, udah kayak acara PATROLI aja ni…).

“Gw males ngeblog, abisnya….ngeblog itu ngabisin duit sia-sia, buang-buang waktu pula! Males ah! Nggak guna banget! Mending duitnya gw pake buat traktir temen deh… sekalian sedekah… hehehe…” ih si Bunga nyengir pula. Keliatan tu giginya mbak, hoeey… kok ada jigongnya? Gosok gigi dulu sono!

Begitulah survey yang saya lakukan pada responden saya yang—sebut saja namanya Bunga. Sebenarnya masih banyak lagi responden saya yang ngantri agar pendapatnya dimasukin ke posting ini, tapi berhubung gw manusia biasa yang memiliki keterbatasan, termasuk keterbatasan daya upaya untuk ngetikin pendapat mereka saat ini. Intinya, gw males ngetik pendapat mereka—karena pendapat mereka rata-rata sama—mereka males ngblog karena faktor blogging is not profiting and valuable activity—bahkan mereka berpikir bahwa blogging is just an activity that spend your money much.

Bener ga sih mereka berpikir yang seperti itu?

Oke, mari kita menganalisis masalah blogging is not profiting a.k.a ngeblog nggak berguna, nggak menghasilkan duit. No guys, blogging is profiting.
Faktanya :
1. Dalam skala besar, nggak jarang blog dijadikan sarana promosi produk dalam dunia bisnis, seperti blog : FastLane, Microsoft, Sun Microsystem, untuk di Indonesia sendiri yang terkenal Blog Liputan6 .
2. Dalam skala kecil, coba deh kalau kamu punya produk (barang/jasa) promosikan lewat blog. Contohnya saya (hehehe, ini dia salah satu keunggulan blog, sebagai ajang narsisme diri! Ngiri? Makanya bikin blog juga…)–mempromosikan jasa pembuatan website (designing, programming, etc) ataupun program. Teman saya juga mempromosikan kaus (yang desainnya made in him) di blognya.

Selesai masalah pertama, mari kita mengupas dan menguliti masalah blogging is not valuable activity a.k.a ngeblog itu sia-sia. No guys, blogging is surely valuable.
Faktanya :
1. Peningkatan kemampuan menulis.
Sadar atau tidak, dengan blogging akan ada waktu yang kita luangkan untuk menulis. Entah itu sekedar menulis diary, menulis rangkuman pelajaran, menulis cerpen, puisi, novel bahkan sekedar menulis pendapat kita terhadap tulisan orang lain–semua hal itu, jika dilakukan secara kontinyu, akan mengasah kemampuan menulis kita guys.
2. Mendapat informasi yang lebih banyak.
Ada seorang penulis yang bilang : tulislah apa yang tidak kalian ketahui, bukan apa yang kalian ketahui. Maksudnya? Teman, jangan takut menulis! Karena justru dengan menulis lah, sarana kita belajar–selain membaca. Ya pastinya, kalau mau menulis sesuatu–apalagi jika ada tema tertentu–setidaknya, kita tahu sedikit-sedikit informasi tentang tema yang ingin kita tulis. Cukupkah hanya sedikit? Cari lagi literatur tentang tema itu! Lalu, kembangkan ide kita melalui tulisan kita sendiri!

3. Meningkatkan kemampuan analisis kita
Kadang kita nggak sadar dengan apa yang kita bicarakan dengan orang, karena kadang kita ngomong nggak pake mikir (kita? Gw aja kaleee…)–yah, habisnya, kalo ngomong kan enak aja, langsung meluncur dari mulut kita (a.k.a nyablak), kalau lagi emosi atau ga konsen nggak jarang kan kita ngomong tanpa dipikir dulu?
Nah, dengan menulis… akan semakin meminimalisir kemungkinan kita untuk terbiasa nyablak. Karena dengan menulis, ada tulisan yang bisa kita baca ulang, kita edit dari sisi redaksi, maknanya, hubungan antar kalimatnya nyambung nggak, trus enak dibaca apa nggak… setidaknya itu yang kita dapatkan dalam blogging.

4. Nggak gaptek
Yaiyalah, kalau diantara temen-temen kita ada yang (masi banyak mungkin…:D) belum bikin blog, dan kamu bisa bikin blog–wah, rasanya bakal bangga banget tuh. Eits, jangan keterusan dan jadi sombong… ajaklah temen-temen kamu untuk ngeblog. Buka pikiran mereka bahwa blogging itu mengasyikkan. Kalau kamu tergabung dalam club atau komunitas (misalnya suka fotografi, memasak, pecinta alam) di sekolah, nggak ada salahnya kalian bikin blog komunitas kalian. Seru kan, kalo bikin blog bareng-bareng dengan temenmu? Kamu jadi bisa ngajarin tentang tata cara bikin blog yang bagus.

5. Adu kemampuan menulis kita
Ayo, kemampuan menulismu udah di tangan. Blogging? Udah makanan tiap hari kali. Sekarang, apalagi yang seru ya? Ayo coba adu kemampuan menulis kalian! Coba ikutan lomba-lomba yang memanfaatkan blog sebagai medianya. Ambil kesempatan itu! Takut? Buat apa takut? Inilah kesempatanmu untuk menunjukkan keeksisanmu di dunia blogger.

Nah, akhirnya sampai juga di masalah yang ketiga! Mari kita lahap masalah blogging is just spending your money a.k.a ngeblog buang-buang duit. No guys, indeed blogging is earning your money!
Faktanya :
1. Bikin kelompok belajar tentang tetek bengeknya blogging. Kamu bisa memasang tarif untuk mereka, nggak usah mahal-mahal. Yang penting mereka nggak keberatan dengan tarif yang ditentukan, bikin kesepakatan dulu sebelumnya.
2. Pasang iklan di blog kamu, inilah cara yang lumayan efektif menggembungkan pundi-pundi tabungan kita. Yang lagi ngetrend saat ini adalah dengan Google Adsense.
3. Ikutan lomba ngeblog. Sapa tahu jadi pemenang, bukan juara 1 memang–tapi, setidaknya ada peluang bagi kita untuk menjadi pemenang. Hadiahnya kan lumayan itu…

So, kesimpulannya adalah ayo blogging mulai sekarang! Semuanya berakar pada keinginan, katakan Aku Mau Blogging!

Let’s Open our mind friends! Speak up our mind!

(Gambar diambil dari : http://i76.photobucket.com/albums/j1/jalansutera/ngeblog-sesat2.jpg)

About Hobbies, About Travelling

Jadi backpacker, Why Not?

Libur akhir tahun selalu dinanti-nanti oleh banyak orang, mulai dari anak-anak TK hingga para pejabat di kantor pemerintahan—ternyata gak ada bedanya… sama-sama menantikan hari libur!

Hari libur akhir tahun ini lumayan panjang, mulai dari tanggal 24 Desember 2008 sampe tanggal 4 Januari 2009. Ada banyak pilihan untuk mengisi waktu luang, salah satunya adalah dengan belajar! Hahahaha. Sok jenius banget sih? Ya gimana ya? Berhubung tanggal 5 Januari 2009 adalah hari pertama UAS (Ujian Amat Susahhh a.k.a Ujian Akhir Semester), harus dipersiapkan sebaek mungkin dong. Eniwei, sebenernya nggak mau ngebahas tentang UAS dan persiapannya kok, tapi ngebahas tentang backpacker.

Loh kok backpacker? Begini asal-usulnya…

Beberapa hari yang lalu, saya ketemu dengan backpacker. Bersetting di pinggiran jalan di dekat stasiun Kota Baru, saya yang naek sepeda motor bebek honda astrea star tahun 1986 (niat banget ya ngasi ilustrasinya?), sedang menepi karena harus melayani pengiriman pulsa untuk pelanggan (baca : teman sekampus) yang pesen pulsa pada saya lewat sms.

Eh tiba-tiba ada seorang cowok tipe-tipe backpacker dengan tas yang segede barong, dan wajah kuyu-kuyu menghampiri saya, lalu bertanya, “Mbak, tahu nggak toko untuk beli alat-alat camping?”

Saya melongo, “Wadu, nggak tahu ya mas!” meski saya anak malang aseli, tapi ampun deh untuk urusan toko alat-alat camping.

“Mmh, kalo mau ke jalan semeru naek angkot apa ya?”tanyanya dengan logat agak sunda gitu. Pasti rombongan backpacker ni berangkat dari Jawa Barat (ya iyalah sotoy… masa dari Madura).

Yang ni gw ngarti, dalam hati gw bergumam. “Naek aja AL yang arahnya kesono!” aku nunjuk ke arah tugu.

“Loh? Nggak yang ke arah sana?” si mas menunjuk ke arah yang berlawanan

“Nggak tu mas… naek aja AL yang ke arah sana!” saya menunjuk arah ke tugu. Dengan agak heran dan sebal juga, habisnya… lha si mas tanya kok ngeyel. Capek deh… emang si mas ama gw lebih tahu sapa?

“Oh, bukan yang ke arah sana ya?” si mas masih menunjuk arah yang salah.

Dalam hati, saya menggerutu, seperti ini ‘ye… dibilangin ngotot!’

“Oiya, mbak… AL tu yang mana ya?”

“Heyya, itu tuh mobil warna biru yang ada tulisannya A-L pasti tu AL!” jawab saya ogah-ogahan. Mungkin karena si mas nyadar, gw mulai ogah-ogahan. Si mas akhirnya buru-buru mengakhiri percakapan tersebut.

Sungguh nista.

Kebetulan juga report pengiriman pulsa juga sudah nyampe dan pengiriman pulsa sukses!

Saya jadi tertarik untuk membahas backpacker nih! Secara bahasa (menurut gw, maap ya kalo salah! ^^), backpacker adalah orang yang selalu membawa backpack (tas punggung ukuran gede untuk menyimpan barang-barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Informasi mengenai ukuran tas backpack ini rata-rata di atas 50 liter, bahkan sampai 120 liter. Seberapa sih besar ransel 120 liter itu? Dalam kondisi terisi penuh kira-kira tingginya hampir 120 cm atau kalau mau diukur takaranya sama dengan 120 liter air.

Perjalanan yang ditempuh juga bukan dalam kota loh… tapi jurusan antar kota dalam propinsi maupun antar kota luar propinsi—heyya, semacam bus gitu lah :D. Dengan pembiayaan/pendanaan seminimal mungkin. Gak ada ceritanya dong, masa backpacker nginep di hotel, makan di restoran, dan mandi di bathtub yang nyaman—adanya malah mereka tidurnya bisa jadi ngemper (tinggal menggelar sleeping bag-nya), makin ga mandi, makin menunjukkan kepribadian mereka sebagai seorang backpacker sejati.

Apa sih tujuan mereka backpacker?

Ya namanya juga udah hobi. Selain untuk memuaskan keinginan, juga menyalurkan bakat minat sekalian refreshing. Sebenarnya ini sih bagi yang tertarik ma aktifitas backpacker, tapi secara obyektif dengan ber-backpacker-ria setidaknya akan mendapatkan banyak pengalaman baru, antara lain :

  1. Jadi tahu adat, budaya (untuk wisata kuliner cocok juga nihh..), gaya hidup dan kearifan masyarakat di berbagai daerah baru yang dikunjungi.
  2. Bisa mengagumi keindahan alam (ini untuk yang backpacking ke pegunungan, hutan belantara, pantai dll).
  3. Bisa mendapatkan obyek foto yang bagus ^^, jadi sebenarnya backpacker adalah salah satu upaya bagi para fotografer untuk mendapatkan foto-foto nan indah.
  4. Bisa mengasah rasa sosial kita sekalian latihan bagi kita untuk belajar hidup mandiri!

backpacking ni cocok untuk sapa sih?

  1. Orang yang mau menjelajah daerah baru dengan modal sedikit dan menyukai tantangan pastinya!
  2. Orang yang nggak suka ribet alias orang yang cukup simpel. Untuk beberapa hal, apalagi dalam urusan tidur, para backpacker lebih memilih untuk tidur di tempat yang ‘asalkan bisa merem’, dan nggak harus repot dengan tempat tidur yang nyaman.

Nah, bagi pembaca sekalian yang merasa cocok dengan kriteria diatas, boleh tuh mencoba aktifitas backpacker, bisa jadi bakat dan minat pembaca yang sebelumnya terpendam bisa tersalurkan dengan backpacking.

Gak enaknya jadi backpacker apa dong?

Setiap aktifitas tu ada enak dan nggak enaknya. Untuk backpacking ini nggak enaknya :

  1. Susah untuk menjaga kebersihan diri sendiri, namanya juga aktifitasnya menjelajah. Pasti badan jadi keringetan dan bahasa jawanya ‘gobyosh’–mana biasanya jarang mandi ^^–mmhh, bau banget kali ya…
  2. Dengan membawa tas yang gede seperti itu, paling nggak akan mempengaruhi fisik kita…bisa jadi badan lebih bungkuk. Secara medis, ada batas maksimal bagi pundak kita untuk dapat menampung beban seberapa.

Tips-Tips Jadi backpacker

Berdasarkan websitenya para backpacker indonesia (indobackpacker.com), ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum ber-backpacker, antara lain :

  1. Cari informasi sebanyak mungkin mengenai lokasi yang akan dikunjungi, bisa jadi mengenai toko yang menjual alat-alat camping seperti cerita di atas. Ini wajib dilakukan, ya setidaknya sebelum benar-benar menjelajah wilayah baru, sudah ada gambaran umum.
  2. Persiapkan barang-barang yang akan dibawa. Disesuaikan dengan waktu dan lokasi untuk backpacking. Peralatan yang umumnya di bawa : Backpack,Coverbag atau Bullsack, Daypack, Tenda, Sleeping bag, Alat masak, pakaian secukupnya, alat sholat, sepatu, sandal dan alat-alat kebutuhan pribadi lainnya.
  3. Persiapan mental juga perlu. Kesiapan untuk hidup mandiri di wilayah orang. Adat dan budaya di wilayah sana juga harus dijunjung tinggi.