5 hal…

5 hal kenapa aku menyukainya

manis
cerdas
alim
bijaksana
nggak neko-neko

5 hal kenapa aku harus membencinya

egois
mau menang sendiri
nggak punya perasaan
pelit
suka ngerjain orang

Beberapa hal yang kulakukan, tapi dia tidak…

aku selalu ngeliatin dia sekarang lagi apa, tapi dia nggak pernah
aku selalu smsin dia duluan
, tapi dia nggak pernah
aku selalu misscall dia duluan
, tapi dia nggak pernah
aku selalu telepon dia
, tapi dia nggak pernah
aku selalu nulis untuk dia
, tapi dia nggak pernah
aku selalu nyimpen foto dia
, tapi dia nggak pernah
aku setiap hari pingin ketemu dia
, tapi dia nggak pernah

————————————————————————————–

Fiuh, habis deh kesabaranku,,

I should say die for him.

Forget him. Forget him.Forget him.Forget him.Forget him.Forget him.Forget him.Forget him.

Simple. Just go straight. Think for your future.

Memilih Kos-kosan

Setelah berbincang lama dengan ochin dan upik beberapa hari yang lalu, di tengah guyuran hujan dan di tengah kebingungan menunggu Pak Aris yang nggak dateng-dateng dan di tengah kebingungan menunggu kepastian mengenai format laporan Tugas Akhir yang benar dan di tengah kebingungan menunggu hujan reda dengan perut kroncongan dan ditengah kebingungan bagaimana caranya mengatur posisi duduk supaya nggak kedinginan dan ditengah kondisi yang seperti, kami bertiga membicarakan sebuah pembicaraan yang sangat-amat-berguna sekali pada masa datang!

Bisa jadi di tahun-tahun berikutnya dalam hidup kita, kita nggak tinggal bersama lagi dengan orang tua dan keluarga dengan alasan melanjutkan sekolah di tempat lain atau kebetulan bekerja di luar kota—yang memaksa (nggak memaksa sih, tapi mengharuskan) kita untuk tinggal di kos-kosan. Buat yang udah berpengalaman sih, mungkin bagi mereka sepele memilih kos-kosan untuk ditinggali. Tapi bagi yang sebelumnya belum pernah ngekos, untuk memilih kos-kosan yang baik mungkin agak kesusahan. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin berguna untuk memilih kos-kosan yang baik.

  • Lebih aman sih, jangan pilih kos-kosan yang campur. Laki-perempuan. Kalo cewek, cari ja kos-kosan khusus cewek, lagipula toh lebih nyaman kan (apalagi buat cewek berkerudung…yang nggak perlu ribet pake kerudung dalam kos-kosan :D)

  • Cari kos-kosan yang ada bapak/ibu kosnya. Percaya atau nggak, kebanyakan orang tua yang tinggal nun juauh dari anaknya pasti bakalan nggak tenang kalo anaknya tinggal di kota yang masih baru. Lebih-lebih anaknya tinggal di kos-kosan yang nggak ada bapak/ibu kosnya. Padahal kalau ada bapak/ibu kos kan orang tua jadi bisa menyerahkan seperempat tanggungjawabnya untuk menjagakan anaknya pada bapak/ibu kos. Yah, meskipun nggak sepenuhnya bapak/ibu kos tu protektif ma kita—tapi paling nggak di kota yang baru, kita ada penjaminnya. Yakni bapak/ibu kos.

  • Perhatikan gaya bicara bapak/ibu kos. Kalo tu bapak/ibu kos ngomongnya haluss banget, amat persuasif (ehem, ehem, terimakasih buat guru bahasa Indonesia yang udah ngajarin fungsi kata ini), menarik, penuh basa-basi, intinya sih bener-bener kayak SPG (Sales Promotion Girl) dan berhasil membuat kita percaya atas apa yang diomongin, ada satu kata yang patut untuk diingat! Jangan Tertipu!!! Karena kebanyakn mereka hanya menipu kita dengan omongannya yang halus dan penuh sensasi. Tapi ternyata NOPE!

  • Kalau bisa minta diberi kesempatan untuk melihat-lihat kondisi kamar, kalau ternyata nggak boleh—wah, patut curiga nih, jangan2 ada sesuatu yang disembunyikan… nggak usah mikir lama-lama, langsung coret dari daftar calon tempat kos-kosan. Tapi kalau kita diberi kesempatan untuk look around kos-kosan, jangan lewatkan gitu aja kesempatan ini—galilah banyak-banyak informasi dari penghuni kos yang lain. Tanyain tentang sejarah kos-kosan (jaga-jaga kali aja di kos-kosan situ serem,,), tentang bapak/ibu kos (cerewet apa nggak…). Lihat juga kebersihan kamarnya dan yang paling penting adalah kamar mandi! Rumah yang sehat itu tercermin dari kamar mandinya.

  • Kalo udah ngerasa oke nih ama kos-kosan itu, ada satu hal lagi mengenai teknis pembayaran yang perlu diingat. Jangan mau disuruh mbayar didepan untuk 3 atau 6 bulan selanjutnya. Kita tetep harus mikir kemungkinan2 lain yang mungkin akan dilakukan bapak/ibu kos (yang kali aja agak licik nih…)

Ada yang mau nambahin? Maklum nih, aku sendiri juga masih belum berpengalaman mencari kos-kosan. Habisnya, meskipun udah segede ini, aku masih numpang ma orang tua. Heheheh 😀

Lagi Menulis…Lagi…

Aku ingin menulis dan terus menulis.
Tanpa henti. Tanpa kenal waktu
Saat aku sedih, aku menulis sambil menangis.

Saat sedang senang, aku menulis sambil tertawa.
Menceritakan semuanya lewat tulisan.

Aku bisa jujur. Hanya lewat tulisan.
Aku ingin teriak. Tapi suaraku nggak keluar.
Aku bahkan lebih bahagia melepaskan tangis sambil menulis.

Aku berterimakasih sekali pada siapapun yang membuatku keranjingan menulis.

Ibu. Yang mengajarkanku menulis dan membaca untuk pertama kalinya. Ibu, aku sayang Ibu. Aku bener-bener s-a-y-a-n-g i-b-u
Ibu adalah sosok ibu yang tegar.
Ibu bukan hanya ibu yang biasa, Ibu juga merupakan sosok bapak
Bisa bermain peran menjadi seorang bapak, saat kami sedang rindu akan sosok seorang Bapak.
Yang tetap memasak buat anak-anaknya, meskipun sibuk mengajar ngaji
Tetap mengantarkan aku dan adik ke sekolah, meskipun bapak sudah tidak ada.
Selalu mendoakan anak-anaknya agar sukses dan tercapai cita-citanya, meski aku jarang berdoa untuknya.
Meski bukan orang yang pandai, tapi ibu mengajarkanku hal yang bahkan seorang sepandai apapun nggak bakal tahu.

Bapak. Aku kangen Bapak.
Aku ingin memeluk Bapak erat-erat dan nggak membiarkan Bapak pergi.
Aku ingin denger suara Bapak.
Aku pingin tanya soal Matematika ke Bapak seperti waktu aku masih SMP.
Aku pingin Bapak ajak aku makan mie pangsit di jalan jakarta lagi.
Ingin Bapak belikan lagi kamus Jepang-Indonesia yang dibeli diam-diam, karena kalo sampe ibu tahu—Bapak mungkin bakal dimarahi Ibu. Masih ingat kan Pak?
Bapak ada hanya sampai aku berusia 14 tahun.

Pak, aku pingin cerita banyak. Bapak pingin ndenger ceritaku kan?
Pak, aku dulu bingung. Nggak ada Bapak, lalu apa yang menjadi semangatku besok?
Pak, Dewi bertekad. Dewi pingin mewujudkan apa yang Bapak inginkan.
Dan membuat Ibu bahagia dan bangga pernah melahirkanku di dunia.
Cuma itu Pak, yang membuat Dewi tetep tegar dan bersemangat lagi.

Pak, komputer ama printer di rumah udah diganti.
Tapi, Pak… kalo misalnya bisa ditukar, Dewi nggak pingin kemewahan.
Dewi cuma pingin ada Bapak…
Dewi yakin Ibu dan adik juga berpikir begitu…

Bapak, Ibu tulisan ini untukmu
Dari hati yang terdalam
Dewi sayang Bapak Ibu

Kissing Trivia

  • Landak Kanada di musim kawin senang mencium pasangannya tepat di mulut. Hehehe, landak aja bisa romantis… *u*

  • Menurut penelitian di Jerman, seseorang yang terbiasa mencium orang yang mereka sayangi (Ayah, Ibu, saudara, bahkan binatang peliharaan) sebelum berangkat beraktivitas, memiliki angka harapan hidup 5 tahun lebih lama dari mereka yang tidak melakukannya. Karena ciuman pagi hari bisa menimbulkan perasaan bahagia dan mengurangi stress yang memicu panyakit, woh!!

  • Menurut sejarah, bentuk ciuman sederhana antar manusia yang pertama kali pernah dipublikasikan ada di India tahun 1500 SM. Ciuman ini dilakukan dengan cara menempelkan dan menggosokkan hidung satu sama lain. Mirip cara berciuman orang Eskimo, Polynesia, dan Malaysia.

  • Banyak peraturan aneh tentang ciuman di dunia. Di Italia abad pertengahan, ada larangan berciuman di depan umum, walaupun cuma cium pipi. Jika ketahuan maka akan disuruh menikah saat itu juga dengan orang yang dicium atau yang mencium (wuih, enak banget… ) Sementara di Indiana, cowok berkumis dilarang keras mencium sama sekali . Di Cedar Rapids, Iowa, ada larangan untuk mencium orang asing yang tidak dikenal (iyalah, siapa tahu alien yang punya penyakit rabies,, ketularan lu!).

  • Rekor ciuman terlama di dunia adalah 417 jam.

  • Tradisi kiss-bye saat akan berpisah ternyata telah dilakukan sejak tahun 3000 SM oleh bangsa Mesopotamia kuno. Tradisi ini dilakukan sebagai tanda hormat kepada dewa-dewa mereka.

  • Tradisi lagi nih, para ksatria dari zaman abad pertengahan selalu mencium pipi kanan dan pipi kiri istri mereka setiap pulang dari perang atau bepergian jauh. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah istri mereka tidak berpesta atau mabuk mabukan selama ditinggal suaminya.

  • Masyarakat Romawi kuno mempopulerkan tradisi ciuman sebagai tanda penghargaan. Mereka selalu mencium mata, pipi, atau bibir setiap kali bertemu dengan kenalan dekat atau kerabat sebagai tanda keakraban. Mencium tangan atau cincin dilakukan kepada orang yang mereka hormati. Tradisi ini masih berlaku di Eropa, seperti orang Prancis yang mencium pipi kanan dan kiri sebanyak 2-4 kali setiap bertemu kenalan dekat.

  • Penghargaan tertinggi bagi rakyat Rusia adalah jika mendapatkan ciuman dari Tsar mereka. Di Afrika bagian tengah, rakyat akan merasa sangat beruntung jika dapat mencium tanah yang dilalui pemimpin mereka.

  • Di zaman Victoria, cowok harus mencium tangan cewek setiap kali mereka bertemu sebagai tanda hormat.

  • Ciuman yang penuh perasaan dapat membakar 20 kalori per menit. Tapi jangan dipakai untuk terapi diet ya.

  • Nama ilmiah dari ilmu yang mempelajari tentang ciuman adalah Philematology.

Laskar Pelangi

Gak hanya Dumbledore yang punya Laskar! Andrea juga punya laskar! Namanya LASKAR PELANGI! Ceritanya sumpah keren!! nggak bakalan bosen deh dibaca berkali-kali,,

Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong,
Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris
rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup
karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal.

Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-
satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah
murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah
pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu
mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. ”Mohon
agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di
Bangka,” mohon sang ibu. Semua gembira. Harun, nama anak itu,
menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau
sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam
novel dengan judul ‘Laskar Pelangi’ oleh Andrea Hirata, salah satu
dari sepuluh anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita
bagaimana semangat anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala
keterbatasan. Mereka bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing,
atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan tulis yang berlubang
hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama.

Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu
menginspirasi banyak orang. Seorang ibu di Bandung, misalnya,
mengirim surat ke Kick Andy. Isinya minta agar kisah tersebut
diangkat di Kick Andy karena anaknya yang membaca buku Laskar Pelangi
kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba. ”Setiap malam saya
mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah saya intip,
dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah. Dia jadi
semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai
pecandu narkoba setelah membaca buku Laskar Pelangi,” ungkap
Windarti Kosasih, sang ibu.

Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel
itu, terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang
selama ini rusak. Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung
terinspirasi untuk membantu menyumbangkan buku untuk sekolah-sekolah
miskin di beberapa tempat. ”Saya kagum karena anak-anak yang
diceritakan di buku itu penuh semangat walau fasilitas di sekolah itu
jauh dari memadai,” ujar Febi yang juga datang ke Kick Andy untuk
bersaksi.

Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan
kenangannya terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat
sahabat-sahabatnya di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh
Lintang merupakan murid yang cerdas dan penuh semangat walau hidup
dalam kemiskinan. Setiap hari Lintang harus mengayuh sepeda tua yang
saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi sejauh 80 km. Bahkan
harus melewati sungai yang banyak buayanya.

Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti
yang sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang
bahkan tak tamat SMP karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu
membiayai. ”Lintang adalah sosok yang menginspirasi saya. Karena
itu, saya bertekad meneruskan cita-cita Lintang,” ujar Andrea, yang
sekian puluh tahun kemudian berhasil mendapat beasiswa sekolah ke
Sorbonne, Prancis.

Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di
Belitong, berhasil ‘menemukan’ beberapa dari tokoh anak-anak di dalam
novel tersebut. Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa
kecil itu sangat kuat membekas. Terutama pada ibu guru Muslimah yang
sangat mereka cintai. ”Buku Laskar Pelangi memang saya persembahkan
untuk Ibu Mus yang sangat tabah dan pantang menyerah dalam mendidik
kami,” ujar Andrea.

Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan
Andrea dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV. Apalagi ketika Bu
Mus membawa barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi
Andrea dan teman-teman kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang
diceritakan kembali oleh Andrea dengan jenaka. Juga termasuk darimana
Andrea mengambil nama yang dipakainya hingga sekarang ini.

Sungguh sebuah novel — yang diangkat dari kisah nyata — yang sangat
menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa
bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya
sutradara Riri Reza dan Produser Mira Lesmana tertarik untuk
mengangkat kisah ini ke layar film.