Quietly,,

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.

Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?”, tanya si tukang kayu.

“Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi ‘tik-tak, tik-tak’”. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Tekad…Tekad…

Seperti di friendster shoutbox nya Fifi!
“yang diperlukan cuma; tekad yang lebih keras dari baja, tangan dan kaki yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, kepala yang akan lebih sering mendongak ke atas, serta mulut dan hati yang selalu berdoa”

merinding deh ngegengernya!

Kenapa ya kok bisa merinding?

Menggetarkan hati!

Kok bisa menggetarkan hati?

Yah,, hati tergetar karena miris memikirkan betapa harus bener-bener rela mengorbankan apapun demi mencapai apa yang kita inginkan. Sedangkan teringat juga tentang diri kita yang belum bertekad sekuat itu, tetapi sudah bermimpi yang macem-macem, ingin yang muluk-muluk–sedangkan bertekad untuk mencapainya aja masih setengah-setengah! Nope!
Yang diperlukan adalah :

Semangat! Semangat yang nggak pernah padam!

Tapi gimana caranya agar semangat tu nggak pernah padam ? Menurutku, ada 3 hal yang tetap bisa mengobarkan semangat!

    • Selalu bersyukur, dengan bersyukur–kita ingat dengan Allah SWT! Ketika kita ingat dengan Allah SWT, kita tidak akan pernah kehilangan semangat hidup, karena kita yakin masih ada yang akan menolong kita dalam keadaan dan situasi apapun, melebihi siapapun yang ada di dunia ini. Kita juga yakin bahwa apa yang telah kita alami, baik itu senang maupun pahit–pasti itulah yang sudah digariskan pada kita, untuk kita jalankan sebaik mungkin, sehingga kalaupun kita lagi ‘down’ lagi jatuh, karena suatu hal… (InsyaAllah) gak bakal jatuh terus dan terus-terusan ‘down’, semangat kita akan bangkit lagi, sehingga kita bisa ‘Live Our Dreams’ lagi kayak sebelum-sebelumnya! Tetap semangat! Jika saat itu masih belum tercapai keinginan kita, artinya bukannya kita tidak diperbolehkan untuk meraih mimpi kita! Mimpi itu milik kita! Kita lah yang harus bisa meraihnya, mungkin nggak sekarang! Tapi, kita bisa meraihnya besok atau lusa hari dengan pengalaman yang bertambah! Semangat!
    • Berusaha! Boleh kita bermimpi, tapi sesuaikan dengan usaha yang kita lakukan, karena usaha dan hasil itu berbanding lurus. Semakin kita berusaha keras, semakin banyak pula hasil yang dapat kita raih! Pengecualian disini, usaha yang dilakukan secara fair loh,, karena bagaimanapun juga yang namanya ketidakjujuran itu nggak baik. Klise sih kelihatannya, tapi maknanya dalem loh,, Sadar diri dong, kita hidup di dunia ini nggak sendirian! Saat kita melakukan kecurangan, pasti bakal ada orang yang merasa nggak senang/ditugikan dengan kecurangan kita. Well, Hey Sadar gak sih apa yang kita lakukan? Kita telah mencuri secuil kebahagiaan milik orang lain! Memang sekilas seperti nggak ada yang tahu bahwa kita telah melakukan kecurangan, tetapi (seperti yang ditulis Andrea Hirata di Sang Pemimpi) Tuhan tahu, tapi menunggu. Kalau boleh mengartikan kira-kira begini maksudnya, apapun yang kita lakukan baik itu merupakan suatu kebaikan atau kejahatan selalu diawasi dan dicatat oleh malaikat yang ada di pundak kita–untuk akhirnya dilaporkan ke Tuhan, lalu Tuhan akan memberikan balasan yang setimpal atas apa yang telah kita lakukan. Balasan itu mungkin nggak langsung diberikan, tapi lewat hal-hal kecil yang tidak kita sadari sebelumnya. Yah, sadar nggak sadar gusti Allah itu setiap detiknya mengawasi kita.
    • Dukungan.Support. Apalagi dari orang tua. Bener2 ampuh. Manjur. Tokcer dah! Saat kita kehilangan semangat, nggak ada teman yang bisa diajak bicara, nulis diary juga nggak lega, karena diary nggak bisa mengiyakan atau menidakkan apa yang kita lakukan. Disinilah peran orang tua, kalau mau dibilang ban serep juga–mungkin iya, toh sejelek-jeleknya ban serep, kita juga bener2 butuh ban serep 😛

Ada kata-kata Anggun C. Sasmi yang menarik saat diwawancarai di acara Kick Andy : (sebenernya ini juga dah aku edit, hehehe yang penting intinya sama!)

Jangan berhenti hanya sampai bermimpi!
Bangun! Gosok gigi! Mandi! Capailah mimpimu hari itu juga!
Jangan kembali melanjutkan tidur, jika mimpi yang kamu inginkan belum tercapai!
Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai mimpi!

Never Say Die

Ada 3 hal yang berkaitan dengan quote itu akhir-akhir ini!
satu : aku seneng banget ma lagu tuu!! Lagunya Exile, band aseli dari japun,, awalnya aku tahu dari Ochin secara tidak sengaja,, karena secara nggak sengaja juga aku ngopi lagunya Exile duetma ayumi hamasaki–judulnya Your Eyes Only,, Peuhh,, gile bener!! suaranya bener2 keren!! nggak ayumi nya, nggak si exile,, bener2 aku standing applause deh!!
sejak tu lah aku bener2 hunting lagunya exile–disamping hunting lagunya ayumi dan sg wannabe dan jay chow juga 😀

dua : bener2 deh,, kita tu gak boleh ‘say die!!’ untuk mimpi-mimpi kita!! Live your dreams!! Dalam hitungan bulan ini aku bener2 puengen buanget ngedapetin beasiswa ke jepang!! bener2 dah!! bayangan dapet beasiswa jepang, hidup di jepang, ngrasain saljunya jepang, sakura yang bertebaran!! Huwaaa,, udah lama banget aku pinginin!! Namun apadayaku?? Mau nyelonong ke jepang langsung juga gak bisa,, paling nggak siapin kocek 100 jutaan kali ya untuk menanggung idup disana selama 1 tahun–selanjutnya mencari dana tambahan dari baito (kerja part-time).
Aje gile,, fulus dapet dari ngeruk tanah apa?
Jadi, realistis lah wed,, cobalah berpikir agak pintar! Ada beasiswa monbusho yang patut diincar!! Yah,, beasiswa–kan identik dengan orang jenius,, dan gak guwe banget kale,,
whatever,, kenapa gak dicoba seh?? Okelah! Let’s Live Our Dreams!!

tiga : Ini lagi,, sebenarnya masalah pribaadi deihh,, udah dua taon ni aku ngincer ni anak! eheheheh 😀 sebut ja my boy wannabe!! selama 2 taon juga nni aku jatuh bangunh!! gila aje, aku mendem tuh rasa! sampe sekarang ni udah mau lulus!! Huwaahhh!! Hebat!! Salut deh wed!!! 2 tahun mendem rasa suka ama tuh wannabe!! Huh,, bahkan aku gak yakin bisa membuat dia tahu!
Hm,, nyatain nggak ya?
Oh,, Wannabe!!!
Live My Wannabe!!

..being happy..

Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap. Ketika dia berjalan
mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.
“Saya menyukainya “, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.
“Pak, Anda kan tidak melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut “, komentarku.
“Hal itu tidak ada hubungannya “, dia menjawab. ” Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal . Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuh yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi. Setiap hari adalah hadiah dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita. Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku. Aku sedang menyimpannya. ”

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia :
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. (give more)
5. (expect less)