About Scholarship

LPDP Series #4: Pasar Kreatif dan Sharing Beasiswa LPDP

Hi,

Mengingat rating blog saya yang makin meningkat day by day nya *muhahaha*, saya mau share acara penting nih! Kali aja pembaca blog saya ada yang orang Jabodetabek dan sekitarnya, bolehlah datang ke acara ketje badai yang diselenggarakan oleh awardee PK 23 LPDP dan LPDP.

Acaranya apah? Pasar Kreatif “Indonesia Tempo Doeloe” yang diselenggarakan oleh LPDP dan PK-23 LPDP.

Kapan? Sabtu, 29 November 2014 mulai jam 08.00 – 12.00

Apa aja acaranya? Banyaaaak, nih catett!

  1. Presentasi dan sharing beasiswa LPDP LANGSUNG OLEH AWARDEE-nya
  2. Pelayanan kesehatan murah dan cek kesehatan gratis
  3. Bazar barang-barang tradisional
  4. Festival musik dan makanan
  5. Pertunjukan dan permainan tradisional

brosur pasar kreatif

Cusss yang mau tanda tangan dan ketemu langsung ama saya langsung datang ke TKP yah! Ingat, Sabtu tanggal 29 November 2014 di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok!

Kalo mau cek twitter, boleh cari dengan hestek #lpdp #pasarkreatifLPDP #pasarkreatif #pk23 #BeasiswaLPDP

C u there :-*

name

About Scholarship

LPDP Series #3: Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP

Hi,

Jumpa lagi bersama ma**sy disini! *kecupkamera*. Edisi pembukaan alay dari anak #generasi90.

Biar nggak lupa, saya beri sedikit review dari postingan sebelumnya. Saya udah nulis tentang persiapan saya mengikuti seleksi dokumen LPDP dan repost sebuah tulisan dari milis beasiswa tentang tips persiapan seleksi dokumen LPDP. Tulisan pertama saya mencakup sharing pengalaman saya tentang bagaimana mempersiapkan dokumen untuk mendaftar LPDP untuk seleksi di Bulan Mei 2014. Setelah masa pendaftaran berakhir (19 Mei 2014), tibalah masa penantian menunggu hasil seleksi dokumen (26 Mei 2014).

Pada hari pengumuman, saya sengaja tidak langsung mengecek pengumuman hasil seleksi di website LPDP karena: 1) Bisa jadi websitenya akan down, karena hostingnya nggak kuat menerima serbuan klien yang mengakses bersamaan; 2) Bisa jadi pengumumannya diundur (pengumuman CPNS aja diundur-undur #eh). Tetiba saya di-mention ama Tika, bahwa ada kabar gembira untuk kita semua! Akhirnya daripada saya mati penasaran, saya lanjut japri temen saya melalui WhatsApp. Temen saya ngabarin bahwa saya lolos seleksi dokumen LPDP. Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Saya langsung kabari Ibu, lalu salim tangannya dan bercipikacipiki, padahal waktu itu saya lagi nemenin Ibu antri nunggu giliran periksa Dokter di klinik –“. Saat saya cek pengumumannya, ternyata websitenya down –“, tetapi pengumuman LPDP tidak diundur.

Maapin aye ya, karena aye udah suudzan duluan ama panitia LPDP. Tetapi jangan khawatir, karena H+1 pengumuman, masing-masing yang lolos seleksi dokumen akan dikirimi email pengumuman kelulusan beserta attachment dan akan dikabari melalui SMS. Hebattt. Dikedepannya, saya juga menyadari kalau panitia LPDP ini responsif banget deh, mendengarkan keluhan calon awardee dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik. Lima jempol buat panitia beasiswa LPDP.

Persiapan Wawancara

Ada sekitar 10 hari persiapan untuk wawancara. Berikut ini perencanaan (ideal) persiapan saya yang akhirnya gagal total :

  • Lakukan browsing, cari blog sebanyak-banyaknya yang membahas tentang wawancara beasiswa. Ada banyak sumber yang saling melengkapi *ceileh* dan bisa dijadikan referensi, tapi yang lengkap menurut saya dari website Pak Made Andi, walaupun yang dibahas oleh beliau lebih spesifik tentang prediksi pertanyaan seleksi wawancara AAS.
  • Persiapkan list kemungkinan pertanyaan dari reviewer dan kemungkinan jawaban yang akan saya sampaikan (siapkan both English and Bahasa).
  • Latihan bicara di depan kaca

Tapi yang saya lakukan cuma poin 1 dan 2. Saya ngga sempet latihan di depan kaca, karena nggak sempet, riweuh nyiapin dokumen untuk dibawa pada saat wawancara. Continue reading “LPDP Series #3: Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP”

About Scholarship

LPDP Series #2: [Repost] Kompetisi Memperebutkan Beasiswa LPDP

Mengikuti milis beasiswa dan membaca informasi yang relevan juga termasuk salah satu ikhtiar seorang scholarship hunter. Tulisan ini saya repost karena males nulis sendiri dari tulisan dari Mas Dhany Arifianto, seorang rekan di Milis Beasiswa. Semoga bermanfaat 😀

Capture gambar dari email saya.
Capture gambar dari email saya.

Kompetisi Memperebutkan Beasiswa LPDP

Mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi lanjut merupakan suatu dambaan bagi lulusan program S1 maupun S2, guna menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi (S2 dan S3). Apalagi bila beasiswa ini akan menanggung seluruh biaya kuliah di perguruan tinggi idaman yang bergengsi di Luar negeri (yang notabene memungut biaya kuliah yang tinggi, terlebih bagi para mahasiswa asingnya), ditambah dengan biaya-biaya kebutuhan hidup lainnya yang menyertai selama proses studi itu akan dilakukan. Biaya-biaya ini bagi kebanyakan orang adalah sangat berat untuk ditanggung dari pendanaan pribadi maupun keluarga, sehingga kesempatan untuk dapat ikut berkompetisi memperebutkan dana beasiswa guna membiaya rencana studi lanjut merupakan kesempatan emas bagi para pemburu beasiswa. Continue reading “LPDP Series #2: [Repost] Kompetisi Memperebutkan Beasiswa LPDP”

About Scholarship

LPDP Series #1: Persiapan Dokumen Beasiswa LPDP

Hi,

Kali ini saya mau bercerita agak serius tentang pengalaman saya hingga lolos menjadi calon awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari LPDP. Semoga bisa menjadi referensi buat temen-temen yang mau mendaftar beasiswa ini. Anyway, karena ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi, pasti banyak unsur subyektivitasnya. Bisa jadi pada seleksi selanjutnya beberapa peraturan LPDP mengalami perubahan sehingga beberapa tips yang saya tulis (berdasarkan pengalaman saya) tidak dapat diterapkan sesuai kenyataan karena beberapa kondisi, jadi jangan timpuk saya pake bata ya gan :D.

Mengetahui Informasi Beasiswa LPDP di Bulan Juli 2013

Saya pertama kali tahu informasi tentang LPDP di Bulan Juli 2013 dari blog motivasibeasiswa. Kebetulan saya follow blog itu, karena banyak postingan di blog itu yang bisa menghibur duka lara seorang pejuang beasiswa macam saya ini yang semangatnya timbul tenggelam kayak ombak di lautan.

Setelah membaca postingan tentang LPDP di blog motivasibeasiswa, saya jadi menemukan oase di tengah panasnya Surabayah *ini emang beneran*. Lantaran sejak tahun 2014, beasiswa DIKTI jenis BPPLN diperuntukkan khusus untuk Dosen. Sedih? Iya tapi nggak pake banget, karena ada berita gembira dari LPDP kalo siapapun boleh mendaftar beasiswa dari LPDP asalkan Warga Negara Indonesia (berdasarkan aturan dari LPDP tahun 2013: Pelamar dengan status “Dosen Tetap” PTN/PTS dan telah memiliki NIDN disarankan melamar Beasiswa DIKTI). Akhirnya saya mantepin hati untuk mempersiapkan amunisi untuk mengikuti beasiswa ini tahun depan. Continue reading “LPDP Series #1: Persiapan Dokumen Beasiswa LPDP”

About Scholarship

Done Sending Document Application for Scholarship

Done Sending Document Application for Scholarship

I called this month as a super-busy-month! I sent two document application for Monbukagakusho and Fulbright Scholarship Programs. I sent both of them one-day-before-deadline. What a deadliner! Anyway, I used Pos Indonesia (Paket Kiriman Ekspress) and JNE (YES/Yakin Esok Sampai). JNE’s cost 2.000 IDR more expensive than Pos Indonesia. Well, I will do my best, hope Allah gives me a best of luck!

About Scholarship

My TOEFL Score History

To pursue education abroad, having a proper TOEFL score is a must. Several scholarship programs require the applicants to have more than 550 PBT (in Indonesia usually known as ITP) TOEFL score.

I have learned english since my junior high school until senior high school. It was 6 years of learning english in school. Though my several years of study, my first TOEFL exam was below 500! My first TOEFL exam was 456 in 2008. Well it must be 560 I thought.

I took TOEFL preparation course in Kampung Inggris, Pare in 2010. Everyday the course started at 6 a.m to 8 a.m for listening, at 8 a.m to 10 a.m for reading, at 10 a.m to 12 a.m for grammar. It was non-stop drilling! I was taught about several tricky things to undergo TOEFL exam. Well, after 2 weeks of ‘drilling’, I got 510 for my TOEFL test, yeayy!

in 2011, I took TOEFL test again in IDP Malang (AZET Language Course, Jl. Galunggung). My first ITP TOEFL (my previous TOEFL test was the equivalent TOEFL Test) was 503. My score got worse :(. Then, I took TOEFL preparation (again) in CLC (Center Language Coruse) ITS Surabaya for 3 months in 2013 to increase my TOEFL score. It did. My ITP TOEFL score in January 2014 was 527. Yeah, indeed the score was increasing, but still below target. So I took ITP TOEFL test again in February, I felt I did better than my previous test in January. I was overthinking that my score will be more than 550 :D. But, again, I had to take ITP TOEFL test again next month. My TOEFL score was 547. It was 3 points below target.

I decided to take ITP TOEFL Test in CLC ITS Surabaya in the early of March. My work took much of my attention, so I did not prepare well for TOEFL test. As an alternative (if my TOEFL score didn’t reach 550 again), I registered TOEFL Test in Balai Bahasa UM for taking test in the end of March. I did my test as usual, I had accustomed to the type of TOEFL test, after several of taking TOEFL test. I read and listened carefully. I felt I had enaugh time finishing reading and grammar section, while previously I always felt lack of time. Two weeks after test, I called CLC ITS and was surprised that my score was 560! Yeayyy!

After getting proper TOEFL score, I felt soooo positive that I can overcome my next TOEFL test in the end of March in Balai Bahasa UM. I was not wrong! I got 573 for my ITP TOEFL score! Alhamdulillah. Well I learned that practices make perfect is absolutely TRUE! My next challenge is to overcome iBT TOEFL Test. Ganbatte!

name